Senin, 05 Maret 2012

KEAJAIBAN GEOLOGI




 Great Blue Hole 

Bagian dari Lighthouse Reef System,  Great Blue Hole terletak sekitar 60 mil dari daratan Kota Belize. Berbentuk seperti lubang besar hampir sempurna, dengan kedalaman sekitar 125 meter dan diameternya 300 meter.
Kedalaman air inilah yang membuat warnanya menjadi sangat biru. Ini diyakini sebagai lubang laut terbesar di dunia dan memiliki daya tarik besar untuk para penyelam.

Minggu, 04 Maret 2012

IKON SIJUNJUNG (3)


LAMANG TANJUNG AMPALU

Ikon Sijunjung (1) tentang Sijunjung Lanseknyo manieh, kali ini dengan judul lamang Tanjung Ampalu. Konon katanya dahulu pasar Senen (Sinayan) Tanjung Ampalu terkenal dengan lamang Tanjung Ampalunya, para pedagang yang datang ke pasar tersebut selalu membeli oleh-oleh berupa lamang. Lamang Tanjung Ampalu betul-betul enak dan sulit dicari bandingan rasanya.
Pedagang yang datang dari Batusangkar menumpang mobil SOS dalam perjalanan mereka selalu membicarakan oleh-oleh berupang lamang, demikian pula pedagang yang berasal dari Solok, selalu mencari lamang untuk dibawa pulang kerumah. Selepas waktu lohor kita tak mungkin lagi mencari lamang di pasar Tanjung Ampalu semua habis terjual. Itu dulu tahun 1960 sampai 1980an.
Tak kurang seorang seniman rabab dari Pesisir Selatan yang bernama Hasan Basri menulis cerita tentang lamang Tanjung Ampalu dalam rebabnya sampai berjumlah 14 kaset. Kaset ini laku keras baik di Sumatera Barat maupun di luar Sumatera Barat seperti di Jambi, Pakan Baru dan Jakarta. Kami sendiri pernah membeli kasetnya sebanyak satu set (14 Kaset) di toko musik kota Jambi, konon sekarang katanya sudah dalam CD dan DVD.
Dimanakah dibuat lamang tersebut ?
Sesungguhnya lamang tersebut dibuat di nagari Tanjung, disini semua perempuan setengah bayah membuat lamang dan menjualnya keberbagai kota sekitar seperti ke Sijunjung, Sawahlunto, Silungkang dan Tanjung Gadang bahkan ada yang menjualnya sampai ke Bukittinggi, Solok, Padang Panjang dan Batu Sangkar. Lamang Tanjung Ampalu mencapai puncaknya tahun 1970an. Setiap tapian tampek mandi terlihat ratusan bahkan ribuan tabung lamang yang direndam oleh ibu-ibu disini, bayangkan kalau ada sepuluh saja tapian tampek mandi berapa banyak produksi lamang perminggunya. Benar-benar negari Tanjung merupakan Nagari Lamang.Kegiatan malamang menjadi kegiatan masyarakat.Mau puasa malamang, panen padi disebut pandiaman malamang, surau dan mesjid ikut malamang. Lamang dan Kelamai menjadi ciri khas Nagari Tanjung.
Kegiatan malamang mulai pudar di era Orde Baru, masyarakat tidak boleh lagi menanam padi sipulut bahan baku lamang, pertanian harus seragam, sawah harus ditanami dengan bibit yang sama yang telah disediakan oleh pemerintah dan menurut petunjuk PPL. Sehingga masyarakat tidak ada yang berani menanam sipulut, semua bibit padi kalau tidak IR ya PB. Akhirnya bahan baku lamang harus di beli dari luar, mungkin luar negeri ? seperti beras pulut Thailand. Dampaknya rasa dan kualitas lamangpun menurun. Dan Berakhirlah era lamang Tanjung Ampalu. Sekarang kalau ingin membeli lamang terpaksa keluar daerah mungkin di Jakarta atau Bandung ? Tahun lalu saya sempat makan lamang dan kolak durian tapi bukan di Tanjung Ampalu, tapi KL Tower (Menara Kuala Lumpur di ketinggian hampir 400 meter). Rasa lamangnya sama dengan buatan almarhum emak saya di Nagari Tanjung dulu.

Hanya Ada Tiga Hari Dalam Hidup Ini ...!!!



HARI KEMARIN...
Anda tak bisa mengubah apa-pun yang telah terjadi...
Anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan...
Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan...
Dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin...
Biarkan hari kemarin lewat, LEPASKAN saja...

HARI ESOK...
Hingga mentari terbit esok hari,
Anda tak tahu apa yang akan terjadi...
Anda belum bisa melakukan apa-apa untuk esok hari...
Anda tak mungkin tahu, sedih atau ceria di esok hari...
Karena Esok hari belum tiba
BIARKAN saja...

Yang tersisa kini hanyalah,
HARI INI...
Pintu masa lalu telah tertutup...
Pintu masa depan pun belum tiba...
Pusatkan saja diri anda untuk hari ini...
Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal untuk hari ini...
Bila anda mampu melupakan hari kemarin
Dan melepaskan ketakutan akan esok hari...

Hiduplah HARI INI...
Karena masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yg rumit...
Hiduplah apa adanya...
Karena yang ada hanyalah hari ini...
Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat meski mereka berlaku buruk pada anda.

Sayangilah seseorang sepenuh hati hari ini...
Karena mungkin besok cerita sudah berganti...
 Ingatlah bahwa anda menunjukkan penghargaan pada orang lain, bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri anda sendiri...
 Jadi, jangan biarkan masa lalu mengekang-mu...
Atau masa depan membuatmu bingung...
 Apapun juga yang anda perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu, sepenuh jiwa ragamu...
 Berterimakasih lah pada orang yang telah melukai hati-mu,
karena dia telah membuat hati-mu kuat.
 Berterimakasih lah pada orang yang telah membohongi-mu,
karena dia membuat hidup-mu makin bijaksana.
 Berterimakasih lah pada orang yang telah membenci-mu,
karena dia yang mengasah ketegaran-mu.
 Dan berterimakasih lah pada orang yang telah menyayangi-mu,
karena itu lah ANUGERAH TERINDAH dalam hidup-mu.
God bless You.
Ditulis By. Mariani Kamso

Senin, 30 Januari 2012

IKON Sijunjung (2)

                         MUARO KOTA PERTEMUAN
Muaro Sijunjung diberi nama  julukan “ Kota Pertemuan “ dengan pertimbangan sebagai berikut : Secara geografis muaro merupakan pertemuan tiga buah sungai yaitu :
1.       Sungai Ombilin, memasuki propinsi Riau disebut Batang  Kuantan dan Batang Indragiri.
2.      Sungai Batang Sukan ( Sirukam )
3.      Sungai Batang Palangki
Dari 3 aliran Sungai terdapat empat buah Lubuk, yaitu :
-        Lubuk Sikarah di Solok
-        Lubuk Simaung di Talawi
-        Lubuk Sipunai di Tanjung Ampalu
-        Lubuk Elang Berkunci di Negari Tanjung
Akronim kota Pertemuan mempunyai makna yang sangat baik seperti :
Ø  PERMAI
Ø  TERTIB
Ø  MUSYAWARAH
Ø  AMAN
Ø  NYAMAN PENUH NOSTALGIA        

Bila kita menginginkan Kota Muaro Sijunjung taman yang indah sejahtera lahir dan batin maka kita wajib untuk memelihara, memupuk dan menyiram lima tatanan yang indah itu, sehingga dapat tumbuh dengan subur, indah dan rindang, menjadikan tempat bernaung bila kepanasan dan berteduh bila kehujanan.
(Dicuplik dari Buku Autobiografi  H. Hasan Basri)

Kamis, 26 Januari 2012

Ikon Sijunjung (1)


IKON yang Makin Pudar
Hampir semua kota di Sumatera Barat mempunyai sebutan, nama kebanggaan lihat saja Kota Padang dengan julukan Kota Bengkuang, kota Bukit Tinggi dengan sebutan Tri Arga, Kota Sawahlunto dengan sebutan Kota Arang. Demikian pula dengan Solok yang terkenal dengan bareh soloknya, Sijunjung juga terkenal dengan lansek maniehnya sampai-sampai Cik Unieng Elly Kasim menciptakan lagu khusus Sijunjung Lanseknyo Manieh. Itu dulu cerita nenek moyang tahun 1940 sampai 1960an. Sekarang lihat adakah Sijunjung menjadi kabupaten penghasil Lansek ?
Dulu di tahun 1960 ke bawah, Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung menjadi sentra penghasil lansek, kalau musim lansek pasar mana saja yang anda kunjungi di kabupaten Sijunjung ini dapat dipastikan akan teronggok lansek bersumpik-sumpik*1). Waktu saya masih kecil dulu lansek belum ditanam, apalagi dibudidayakan. Lansek tumbuh dengan sendirinya di mana saja, di parak *2) di kuburan, di semak-semak arahkan saja mata kemana yang dikehendaki disitu akan terlihat batang lansek *3)  dengan buahnya yang berjuntaian di batangnya. Lansek benar-benar karunia Tuhan, siapa aja boleh mengambilnya kecuali yang terletak dalam pekarangan atau dalam kebun orang lain. Pada saat itu pertanian belum maju, rakyat belum mengenal Bimas, Inmas apalagi paritas-paritas unggul seperti sekarang. Saat itu rakyat belum mengenal istilah PPL pertanian. Pertanian masih organik pupuk padi di sawah masih menggunakan cirik kudo *4) yang dibeli dari muaro. Saat itu Muaro dikenal dengan peternakan kuda. Hampir semua kusir bendi membeli kudanya dari Muaro Sijunjung.
Sekarang pada saat musim lansek tiba, berkunjunglah ke pasar Tanjung Ampalu atau pasar Sijunjung atau pasar Kumanis nyaris lansek hanya terlihat sedikit. Atau pasar yang lain lagi seperti pasar Padang Lawas, Pasar Gambok, Pasar Jum’at Muaro nyaris lansek tak ada, kalaupun ada jumlahnya hanya sedikit. Suatu saat nanti orang Sijunjung pun tidak akan mengenal pohon lansek. Mungkin mereka tetap dapat makan lansek tapi namanya sudah beda, meraka makan duku Kumpeh (Jambi), duku Palembang, atau duku Muarorupit (Sumatera Selatan). Melaui Web ini saya mengajak semua orang Sijunjung mari kita kembali menanam lansek, ada atau tidak ada himbauan dari Pemda dalam program menanam sejuta pohon yang dicanangkan oleh pemerintah mari kita tanam lansek, kita bangkitkan batang tarandam. Sijunjung Kabupaten penghasil lansek dan lanseknya benar-benar manis seperti orang sijunjung. Selamat menanam lansek.
 Catatan :
*1). Sumpik adalah bahasa Tanjung Ampalu yaitu karung yang terbuat dari batang masiang.
*). Parak artinya kebun/ladang.
*3). Batang Lansek artinya Pohon Langsat/pohon duku.
*4). Cirik Kudo berarti tahi Kuda/ pupuk organik.